Afirmasi.news, Manado — Siapa sangka, di balik nama yang riang, “Lorong Happy” di Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, Kota Manado, menyimpan kisah keprihatinan sekaligus harapan besar.
Sebuah ruang kecil, jauh dari hingar bingar sekolah formal, telah menjelma menjadi oase ilmu bernama Kelas Pinggiran Harapan.
Dipimpin dengan tulus oleh Usman Patamani, gerakan ini membuktikan bahwa pendidikan tak harus selalu berpayung gedung megah.
Setiap Senin dan Jumat malam, pukul 19.00 hingga 21.30 WITA, lorong yang senyap berubah benderang oleh semangat belajar.
Kelas Pinggiran Harapan adalah jawaban nyata atas “keterpanggilan hati” para relawan untuk mencerdaskan anak-anak yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan yang memadai.
Kelas ini lahir dari keprihatinan yang mendalam: masih banyak anak di sekitar lorong yang kesulitan membaca, menulis, dan berhitung. Namun, misi Kelas Pinggiran Harapan jauh melampaui fondasi akademik dasar.

“Kami ingin anak-anak di Lorong Happy punya kesempatan belajar, mengenal huruf, menghitung angka, dan lebih dari itu, belajar menghargai sesama.
Kelas ini sederhana, tapi penuh makna,” tutur Usman Patamani dengan nada haru.
Di bawah kepemimpinannya, gerakan ini tak hanya fokus pada penguatan literasi dan numerasi.
Ia menjadi kawah candradimuka untuk pembentukan karakter dan etika sosial. Anak-anak diajarkan sopan santun, empati, dan rasa saling menghormati—bekal utama untuk menjadi pribadi berakhlak baik dan peduli.
Kelas Pinggiran Harapan adalah murni gerakan sosial yang digerakkan oleh relawan.
Mereka bekerja tanpa pamrih, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, membebaskan, dan penuh kasih sayang.
Ruang kecil di Lorong Happy kini menjadi tempat di mana tawa, rasa ingin tahu, dan semangat untuk berkembang bercampur menjadi satu.
Gerakan ini adalah pesan kuat bagi kita semua: pendidikan adalah hak setiap anak, tanpa memandang latar belakang.
Di tengah geliat pembangunan kota, Kelas Pinggiran Harapan adalah pengingat bahwa kepedulian sejati dimulai dari ruang-ruang kecil, dari panggilan hati tulus untuk melihat potensi besar di setiap anak bangsa.
Usman Patamani dan para relawannya telah menyalakan lilin harapan. Bukan hanya mencerdaskan, mereka sedang menanamkan benih karakter dan membangun fondasi masa depan bagi generasi yang akan bangkit dari lorong-lorong kota.








