Afirmasi.News,Boltara—Kepala Satuan Pelayanan Pengembangan Gizi (SPPG) Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Kurvi Runtuwene, memberikan klarifikasi terkait laporan dari pihak SDN 13 Kaidipang mengenai Menu makam bergizi gratis (MBG) yang diduga tidak layak.
Klarifikasi ini disampaikan dalam wawancara dengan awak media di gedung SPPG Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Jumat (12/06/2026).
Menurut Kurvi Runtuwene, setelah menerima laporan mengenai MBG yang disalurkan ke SDN 13 Kaidipang, pihak SPPG Kaidipang segera berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah, Ibu Marsela. Mereka langsung diperintahkan untuk menarik kembali menu MBG yang telah disalurkan pada hari kejadian.
Tidak hanya itu, SPPG juga telah berkomunikasi dengan pihak SDN 13 Kaidipang dan melakukan evaluasi bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes),
“Dari hasil evaluasi, tidak ditemukan kejadian luar biasa, dan dugaan masalah pada menu MBG hanya terjadi di SDN 13 Kaidipang dari jumlah 22 sekolah yang menerima pendistribusian MBG dari SPPG Kaidipang.
Untuk menanggapi situasi ini, SPPG Kaidipang juga telah menerima masukan dan edukasi dari Dinkes boltara. Beberapa hal yang perlu dibenahi antara lain:
Rekomendasi pelatihan untuk guru tentang keamanan pangan
Peningkatan gizi dalam MBG
Penerapan disiplin terhadap SOP (Standar Operasional Prosedur)
Pemilihan menu makanan yang lebih tepat
Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Kaidipang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas distribusi menu yang tidak sesuai harapan pada minggu berjalan ini.
Mereka berkomitmen untuk meningkatkan kualitas penyaluran MBG di masa depan demi kesehatan dan kesejahteraan siswa.
Dengan langkah-langkah perbaikan yang telah direncanakan, SPPG Kaidipang berharap dapat terus memberikan yang terbaik bagi Masyarakat penerima manfaat dan memastikan bahwa setiap menu yang disalurkan memenuhi standar gizi dan keamanan yang telah ditetapkan.






