Afirmasi,News.Boroko–Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).proyek revitalisasi Satuan pendidikan 2025, tengah menjadi sorotan publik. Pembangunan yang seharusnya meningkatkan kualitas sarana pendidikan justru menuai kritik akibat di duga minimnya pengawasan dari instansi terkait serta lemahnya koordinasi dengan pihak pelaksana.
Beberapa laporan dari masyarakat.
ada beberapa proyek terlihat dikerjakan tanpa pengawasan ketat dari pihak terkait, baik dari dinas pendidikan dan kebudayaan maupun dari pihak sekolah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kualitas bangunan yang tidak sesuai standar serta potensi penyalahgunaan anggaran.
Seperti yang terjadi di lapangan. proyek revitalisasi angaran Rp 558.000 000. Yang sedang berlangsung di Sekolah Menengah Pertama Negeri.(SMPN)1 Bolmut, bertempat Kecamatan Kaidipang, Desa Boroko Timur.
di nilai para pekerja proyek tidak di lengkapi, perlengkapan kerja, seperti Alat Pelindung Diri (APD) K3, serta dugaan kurang transparansi dalam pelaksanaan kegiatan, Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan tenaga kerja serta menunjukkan lemahnya penerapan prinsip K3 yang seharusnya menjadi standar wajib dalam setiap kegiatan konstruksi, maka layak di pertanyakan.selasa(7/10/2025
Wakil kepala sekolah SMPN 1 Bolmut saat di konfirmasi media ini menyampaikan dia pernah menayakan hal ini kepada panitia pelaksana namun ketua panitia mengatakan tidak ada di RAB
“Sebagai wakepsek saya juga fungsi pengawasan, Saya pernah menayakan hal ini kepada ketua panitia pelaksana namun ketua panitia mengatakan bahwa tidak tau dan tidak ada di RAB. namun alangkah bagusnya konfirmasi langsung kepada pimpinan saya kepala sekolah agar lebih jelas.”ungkap nya.
Kepala sekolah SMPN 1 Bolmut. Abdul Munif Buhang. saat dikonfirmasi via WhatsApp masih dalam perjalanan.
“sy smntra d jln nnt sy bls lg”. tapi sampai berita ini dipublis blm ada balasan lagi.
Minimnya pengawasan dari instansi teknis dan pihak pengawas proyek diduga menjadi penyebab utama munculnya berbagai permasalahan di lapangan. Pengawasan yang tidak ketat membuka peluang terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan, baik dari segi teknis maupun administratif.
Di harapkan agar pihak terkait (Dinas pendidikan dan kebudayaan) Bolmut. segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek revitalisasi dan juga pekerjaan proyek-proyek Daerah lainya, Transparansi dalam penggunaan anggaran serta akuntabilitas pelaksanaan proyek menjadi hal penting untuk memastikan bahwa dana publik benar-benar digunakan sesuai tujuan.
Proyek revitalisasi sekolah seharusnya menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, semua pihak dapat memperkuat pengawasan, memastikan penerapan K3 secara konsisten, serta menjaga kualitas pembangunan agar hasilnya benar-benar bermanfaat bagi siswa dan tenaga pendidik.






