Afirmasi.news, Jakarta – Ribuan massa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Nelayan Indonesia (DPP SNI) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/12/2025) pagi.
Massa yang diperkirakan berjumlah 3.500 orang tersebut datang membawa sejumlah tuntutan krusial terkait kebijakan sektor kelautan.
Dipimpin oleh Akmal, Hadi Sutrisno, dan James Then, aksi ini menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai mencekik kesejahteraan nelayan lokal.
Dalam orasinya, Ketua Umum SNI, Hadi Sutrisno, menegaskan bahwa nelayan saat ini sedang gelisah akibat berbagai beban pungutan dan regulasi. Beberapa tuntutan utama mereka meliputi:
Revisi PNBP: Mendesak penetapan batas maksimal Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 3%.
Tolak Kapal Asing: Menolak keras naturalisasi kapal asing yang dianggap menyingkirkan nelayan nasional.
Penghapusan PIT: Mendesak pencabutan PP Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur (PIT).
Subsidi & Pajak: Menuntut harga khusus solar (BBM Laut) serta penghapusan PBB Laut karena laut dianggap bukan milik segelintir orang.
VMS Kapal Kecil: Menolak kewajiban pemasangan Vessel Monitoring System (VMS) bagi kapal di bawah 30 GT.
Perwakilan nakhoda dari Brebes dan nelayan Probolinggo turut menyuarakan aspirasi senada.
Mereka mengkritik kepemimpinan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono yang dianggap tidak peka terhadap jeritan nelayan.
“Kami ini pendukung Prabowo-Gibran, kami tidak minta jabatan atau balas budi. Kami hanya minta nelayan tidak dipersulit dan kapal yang ditangkap di daerah segera dibebaskan,” ujar perwakilan nelayan Probolinggo di atas mobil komando.
Massa tiba di lokasi sekitar pukul 09.50 WIB dengan membawa atribut lengkap seperti bendera organisasi, bendera Merah Putih, serta berbagai spanduk bernada protes seperti “Kami Nelayan Bukan Perampok” dan “Kaum Nelayan Jangan Diperas”.
Setelah melakukan orasi secara bergantian, pihak KKP dijadwalkan menerima 20 orang perwakilan massa dari berbagai daerah untuk melakukan audiensi.
Pada pukul 10.30 WIB, massa mulai bergeser dari depan Kantor KKP menuju kawasan Silang Selatan Monas (Patung Kuda) untuk melanjutkan aksinya secara kondusif.






