Tak Takut Kejati, Risman Tolingguhu Siap Buka-bukaan Soal Aktor di Balik Proyek Bone Bolango

oleh -6 Dilihat
Oplus_131072

Afirmasi.news, Bone Bolango – Kursi panas Wakil Bupati Bone Bolango kini benar-benar membara.

Di tengah kepungan penyelidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo terkait dugaan “main mata” proyek dan jual beli jabatan, Risman Tolingguhu akhirnya memecah kebisingan.

Namun, bukan permintaan maaf yang keluar, melainkan sebuah pernyataan perang terhadap apa yang ia sebut sebagai upaya sistematis untuk menumbangkannya.

​Kamis (12/2), dengan nada bicara yang tenang namun sarat ketegasan, Risman meluncurkan pembelaan yang provokatif.

Ia tidak hanya membantah keterlibatannya, tetapi juga melempar sinyal bahwa ada dinamika internal yang “beracun” di dalam birokrasi yang ia pimpin.

Risman membuka tabir yang selama ini tertutup rapat: sebuah pengakuan mengejutkan tentang posisinya yang kian terpinggirkan.

​”Saya bekerja dengan ikhlas meskipun harus kehilangan sebagian wewenang saya sebagai Wakil Bupati. Selama ini saya bersabar,” ujar Risman.

Pernyataan ini seolah menjadi kode keras bagi publik bahwa ada keretakan di tampuk kepemimpinan Pemkab Bone Bolango.

Risman memposisikan dirinya sebagai pejabat yang taat aturan namun perlahan dilucuti kekuasaannya, sebelum akhirnya dijadikan target dalam pusaran hukum.

Terkait pemanggilan saksi kunci Frits Samon oleh Kejati Gorontalo (berdasarkan surat nomor B-55/P.5.5/Fd.1/02/2026), Risman justru menantang aparat untuk menggali lebih dalam.

Ia tak ingin menjadi “tameng” bagi kesalahan orang lain.

​”Seluruh proses ini saya serahkan kepada aparat penegak hukum. Saya merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa. Justru dalam hal ini, saya merasa dikambinghitamkan dan dikorbankan,” tegasnya.

Risman kini menggantungkan nasibnya pada profesionalitas Korps Adhyaksa.

Ia optimis penyelidikan ini akan menjadi “kotak pandora” yang mengungkap siapa aktor sebenarnya di balik pengaturan proyek dan mutasi jabatan strategis di Bone Bolango.

​Dengan sikap “Tak Gentar” yang ditunjukkannya, Risman Tolingguhu seolah sedang mengirim pesan: jika ia harus terseret, maka dalang sesungguhnya tidak boleh tidur nyenyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *