Afirmasi.news | Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Syamsudin Olii, memberikan perhatian serius terhadap proses pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan serta APBD Tahun Anggaran 2027 yang tengah berlangsung antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Boltara.
Syamsudin menegaskan, penyusunan APBD harus berpegang pada prinsip konsistensi, sinkronisasi, serta kepatuhan terhadap dokumen perencanaan daerah.
“Setiap program yang termuat dalam APBD wajib disusun berdasarkan perencanaan yang matang dan memiliki dasar hukum yang jelas dalam dokumen RKPD. Tidak boleh ada program yang muncul secara tiba-tiba tanpa landasan perencanaan,” tegas Syamsudin di Boroko, Senin (10/08/2026).
Ia juga menyoroti masih adanya pihak dalam Banggar DPRD maupun TAPD yang dinilai belum memahami secara komprehensif substansi pembahasan APBD, termasuk postur anggaran hingga dokumen APBD secara utuh.
Menurutnya, seluruh aspirasi masyarakat telah dihimpun secara berjenjang melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat desa. Aspirasi tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani perwakilan masyarakat di seluruh desa se-Kabupaten Boltara.
“Suara rakyat dari desa hingga dusun sudah ter-cover dan terdokumentasi. Maka APBD harus menjadi cerminan dari suara itu,” ujarnya.
Syamsudin mengingatkan agar proses pembahasan anggaran tidak dipengaruhi kepentingan politik maupun kelompok tertentu yang dapat mengganggu arah pembangunan daerah yang telah disepakati melalui mekanisme perencanaan.
Ia menilai, penyelarasan dokumen perencanaan menjadi kunci agar pembangunan daerah dapat berjalan berkesinambungan. Dokumen RPJPD hingga RKPD, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, menurutnya harus tetap mengacu pada arah kebijakan pembangunan nasional.
“NasDem Boltara mendorong agar Banggar dan TAPD bekerja secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompok,” pungkasnya.






