Afirmasi.news, Boltara | Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan, tingkatkan kinerja jurnalistik di era digital. Hal ini disampaikan Ketua Umum Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), Heintje Grontson Mandagi, selaku pemateri dalam kegiatan Pelatihan Jurnalistik Berbasis Standar Kompetensi Kerja, yang diselenggarakan DPC SPRI Bolaang Mongondow Utara, Via zoom. Bertempat di Sekretariat, Senin (29/12/2025).
Dirinya menilai, kecerdasan buatan berperan sebagai alat bantu dalam proses jurnalistik, mulai dari pengolahan data, verifikasi awal informasi, hingga percepatan penulisan berita tanpa menggantikan peran etika dan nalar jurnalis.
Pelatihan Jurnalistik diikuti oleh delapan peserta dari masing-masing media, dengan tujuan;
- Memahami dan mempraktikkan unit kompetensi SKK Wartawan
- Mampu merencanakan hingga menulis berita sesuai standar jurnalistik
- Menghasilkan naskah berita kontekstual untuk publik.
Di era digital, AI menjadi asisten jurnalis dalam mengolah data, merangkum informasi, dan memberi ruang bagi jurnalis untuk fokus pada kebenaran berita.
Walaupun AI mampu mempercepat produksi berita, tanggung jawab atas keberimbangan, serta etika jurnalistik tetap berada ditangan manusia, karena AI bukan pengganti jurnalis, melainkan alat untuk memperkuat kinerja yang cepat, cerdas dan bertanggung jawab.
“Seorang jurnalis harus mengoptimalkan penggunaan AI sebagai alat bantu kerja yang etis dan akuntabel,” tegas Mandagi.
Selain tentang peran AI, peserta diajarkan tentang dasar-dasar penulisan berita, Menerapkan 4W+1H dalam berita:
- what (Apa), apa peristiwa yang terjadi
- Who (Siapa) siapa yang terlibat atau menjadi narasumber
- Where (Di mana), di mana peristiwa itu terjadi
- When (Kapan), kapan peristiwa tersebut terjadi
- How (Bagaimana), bagaimana peristiwa itu berlangsung
Selanjutnya beberapa materi yang disampaikan secara garis besar:
- Agenda dan tujuan pelatihan
- Perencanaan liputan strategis
- Merencanakan liputan lengkap
- Teknik pengumpulan data dan wawancara
- Catatan wawancara
- Penulisan berita
- Lead/teras
- Body (isi)
- Penutup berita
- Membedakan stright news dan indepth news
- Editing mandiri
- Praktikum (60 menit): simulasi liputan lengkap
Dikesempatan yang sama, Ketua DPC SPRI Boltara Refli Puasa, menghimbau kepada para jurnalis yang ada di daerah ini, untuk menambah pengetahuan dengan mengikuti pelatihan jurnalistik, agar menghasilkan tulisan berita yang akurat dan terstruktur.






