Viral Video Bang Gints: Bongkar Stadion Hantu Talaud, Anggaran Puluhan Miliar Berubah Jadi Hutan

oleh -49 Dilihat
Oplus_131072

Afirmasi.news, Talaud – Sebuah ironi besar tersaji di Desa Mala, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Niat hati ingin membangun fasilitas olahraga bagi pemuda, pemerintah setempat justru diduga “membuang” anggaran puluhan miliar rupiah untuk sebuah stadion yang kini lebih mirip hutan belantara daripada arena kompetisi.

Kondisi miris ini mencuat ke permukaan setelah akun TikTok @Bang Gints, seorang konten kreator sekaligus anggota kepolisian yang bertugas di Polres Talaud, mengunggah momen joging siangnya pada 7 Februari lalu.

Dalam video yang telah mendapat 15 ribu likes dan ratusan komentar tersebut, publik disuguhi pemandangan bangunan masif yang perlahan ditelan alam.

Hal yang paling menyita perhatian adalah tulisan ikonik “I Love Talaud” di bagian luar bangunan.

Alih-alih menjadi kebanggaan, tulisan tersebut kini dikelilingi semak belukar bak hutan belantara, seolah menggambarkan rasa cinta yang terabaikan oleh birokrasi.

“Stadion ini dibangun kira-kira 15 tahun lalu di jaman Bupati Elly Lasut,” ujar seorang warga setempat dalam video tersebut.

Pernyataan ini memicu amarah netizen yang menyayangkan aset negara dibiarkan hancur tanpa pertanggungjawaban jelas dari rezim pemerintahan yang silih berganti.

Bobroknya Tata Kelola Aset

Hingga saat ini, stadion yang diprediksi menelan biaya fantastis tersebut berdiri tanpa kejelasan fungsi.

Tribun penonton yang seharusnya riuh dengan sorak-sorai kini sunyi, tertutup tanaman merambat dan pepohonan.

Tidak adanya keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Talaud memperkuat dugaan adanya pembiaran terhadap aset daerah.

Masyarakat kini mendesak pemerintah untuk melakukan audit transparan.

Menjelaskan ke mana perginya anggaran pemeliharaan selama hampir dua dekade terakhir.

Publik meminta langkah konkret Pemerintahan Talaud melakukan revitalisasi agar stadion bisa difungsikan kembali demi kemajuan olahraga di Bumi Porodisa.

Memberikan penjelasan resmi terkait status lahan dan kelanjutan proyek tersebut.

Viralnya video Bang Gints seolah menjadi alarm bagi pemerintah daerah bahwa mata publik kini terbuka lebar.

Stadion Desa Mala bukan sekadar bangunan rusak, melainkan simbol “bobroknya” manajemen infrastruktur yang harus segera dibenahi sebelum benar-benar lenyap ditelan hutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *