Intel Kodam XIII/Merdeka Gagalkan Bentrok Preman di Ratatotok

oleh -114 Dilihat
Kodam XIII/Merdeka. (Foto Google)

Afirmasi.news, Manado – Isu miring mengenai keterlibatan oknum TNI dalam aktivitas tambang ilegal di Perkebunan Bohongon, Ratatotok Minahasa Tenggara (Mitra), akhirnya diklarifikasi.

Kodam XIII/Merdeka menegaskan bahwa kehadiran personel di lokasi justru untuk mencegah pertumpahan darah antar-kelompok massa.

Hal tersebut sebagaimana di sampaikan Komandan Detasemen Intelijen Kodam (Dandeninteldam) XIII/Merdeka, Letkol Hendra Syahputra melalui Dantimsus Intel, Lettu Cba. Sultan kepada media ini.

Lettu Cba. Sultan menyatakan, saat itu personel Intel Kodam sedang memonitor wilayah.

Kemudian mereka mendapat informasi adanya massa lagi berkumpul di dekat Kios, area depan Labuhan.

​Dari pantauan mereka, diketahui terdapat kurang lebih sekitar 25 orang yang diduga preman.

Dia menegaskan, untuk mencegah potensi bentrokan fisik antara kelompok massa yang berkonflik soal lahan tersebut, sehingga personil dibawah pimpinannya langsung berkomunikasi dengan Polres Mitra agar sama-sama turun.

“Saat itu kami (personil Intel Kodam-red) lagi monitoring wilayah. Kemudian ada warga bernama Ibu Nona meminta perlindungan kepada anggota Intel Kodam yang berada di lokasi monitoring. Hadirnya personel TNI sebagai penengah, konflik dapat diredam sebelum jatuh korban jiwa,” ungkap Lettu Cba. Sultan, Jumat (30//2026).

Baca juga: Tameng Loreng di Balik Kilau Emas Ilegal: Skandal Beking Peti Ratatotok Seret Oknum Intel Kodam-XIII-Merdeka

Perwira berpangkat dua balak itu mengatakan, keberadaannya merupakan bagian dari tugas rutin monitoring kewilayahan di bawah komando Kodam XIII/Merdeka yang mencakup Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo.

​”Kami berhasil amankan sejumlah senjata tajam (sajam) yang di bawa kelompok tersebut. Barang bukti sajam yang disita kami serahkan kepada pihak Kepolisian setempat dalam hal ini Kasat Reskrim Polres Mitra untuk proses hukum lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, seorang perempuan bernama ​Nona menyatakan rasa syukurnya atas kesigapan aparat keamanan dalam hal TNI dan Polri.

​”Saya sangat bersyukur ada pihak keamanan yang berdiri di tengah masyarakat di saat kami menghadapi teror dan ancaman seperti ini,” terang Nona di kutip dari media radartipikor.com

Terpisah, media ini mencoba upaya konfirmasi terkait penyerahan barang bukti sajam ke pihak Polres Mitra melalui chat juga telfon via WhatsApp kepada Kasat Reskrim di nomor 082111****** tapi belum terhubung.

Catatan: Hak Jawab ini dimuat sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 11 dan Pasal 5 ayat (2) & (3) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *