Sianida Maut Siau Timur: Hendra Tantang Kapolres Ciduk Ko Adi

oleh -2 Dilihat

Afirmati.news, Sitaro – Kasus kandasnya sebuah perahu misterius yang membawa jasad seorang nelayan berinisial JD (64) serta muatan mengerikan berupa 60 karung bahan kimia beracun diduga kuat berjenis sianida, kini bergeser menjadi sorotan tajam publik.

Bukan lagi sekadar kecelakaan laut biasa atau kematian misterius di tengah samudra, peristiwa ini dicurigai merupakan bagian dari sindikat penyelundupan barang ilegal skala besar lintas negara dari General Santos, Filipina.

Seiring berjalannya penyelidikan oleh Polres Sitaro, mata publik kini tertuju pada keberanian aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas siapa aktor intelektual dan pemilik modal di balik muatan mematikan tersebut.

Kasus ini memicu reaksi keras dari aktivis vokal Sulawesi Utara, Hendra Jacob.

Ia mengecam keras adanya penyelundupan puluhan karung sianida secara ilegal yang merambah wilayah perairan Sitaro.

Zat kimia berbahaya tersebut diduga kuat dipasok untuk aktivitas pertambangan emas ilegal yang merusak lingkungan.

Secara blak-blakan, Hendra Jacob mengarahkan bidikan kepada sosok yang diduga kuat sebagai pemilik dan pemodal barang haram tersebut: pria yang akrab disapa “Ko Adi”.

Hendra Jacob mengeluarkan pernyataan tegas dan menantang profesionalitas Kapolres Sitaro untuk tidak tebang pilih.

Ia mendesak agar institusi kepolisian segera melacak keberadaan Ko Adi dan menyeretnya ke jalur hukum.

Baca juga: Geger di Siau Timur, Perahu Terdampar Muat Mayat Nelayan dan 60 Karung Sianida 

“Penyelundupan sianida ini tidak boleh dibiarkan tenggelam begitu saja bersama perahunya. Ini menyangkut zat mematikan dan ada nyawa manusia yang melayang di atas perahu itu. Kami menantang Kapolres Sitaro untuk segera menangkap Ko Adi yang diduga kuat berada di balik penyelundupan ini. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, tidak boleh ada ruang bagi mafia pemilik modal!” kecam Hendra Jacob dengan nada tinggi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perahu maut tersebut awalnya diperintahkan oleh seorang penghubung lokal untuk mengambil muatan terlarang itu.

Perahu sempat berlayar hingga ke Filipina demi mendapatkan sianida dengan harga murah, sebelum akhirnya salah satu anak buah kapal (ABK) mengeluh mual dan meninggal dunia di tengah laut.

Panik karena rekan mereka tewas dan satu ABK lainnya memilih melarikan diri dengan perahu kecil, perahu pembawa puluhan karung sianida itu akhirnya terdampar di pantai Balirangen hingga menggegerkan warga sekitar karena aroma menyengat yang menguar dari lambung kapal.

Kini, bola panas berada di tangan Polres Sitaro. Di tengah derasnya tuntutan publik dan desakan dari para aktivis seperti Hendra Jacob, ujian sesungguhnya bagi kepolisian adalah membuktikan apakah mereka mampu menyentuh sang “kakap” di balik layar, ataukah pengusutan ini hanya akan berhenti di level kurir kecil yang apes di tengah lautan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.