Afirmasi.news, Minsel – Komitmen Polres Minahasa Selatan (Minsel) dalam memberantas mafia BBM bersubsidi kini berada di titik nadir.
Meski Kapolres Minsel secara retoris menyatakan tidak akan memberi ruang bagi penimbun BBM, kenyataan di lapangan berkata lain.
Laporan masyarakat terkait dugaan penimbunan BBM di Desa Kapitu hingga kini dibiarkan mengendap tanpa kejelasan.
Publik mulai mempertanyakan apakah pernyataan “sudah naik perkara” yang dilontarkan Kapolres hanya sekadar pemanis kata.
Pasalnya, di lokasi yang dilaporkan warga, tidak ada garis polisi, tidak ada penyitaan, apalagi tersangka yang diamankan.
Kondisi ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat: apakah hukum di Minsel sedang tumpul ke arah mafia?
“Kami butuh bukti nyata, bukan sekadar kutipan berita. Rakyat kecil menjerit cari solar, sementara penimbun diduga dibiarkan berpesta,” ujar salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan.
Jika Polres Minsel tetap bungkam dan pasif, desakan agar Kapolda Sulut mencopot pejabat yang tidak becus menangani mafia BBM dipastikan akan semakin menguat.







