Afirmasi.news, Minsel – Janji institusi Polri untuk memberantas praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Sulawesi Utara tampaknya sedang diuji.
Meski sempat diklaim telah ditindak pada Desember 2025 lalu, gudang penimbunan solar subsidi di Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), terpantau kembali beroperasi secara terang-terangan.
Aktivitas ilegal ini diduga kuat digerakkan oleh pemain lama berinisial Marco dan Frenly, duo yang kerap dijuluki sebagai “mafia solar kelas kakap” di wilayah Sulawesi Utara.
Publik masih mengingat pernyataan Kapolres Minsel pada pengujung tahun 2025 yang menegaskan bahwa gudang tersebut telah ditindak. Namun, fakta di lapangan berbicara lain.
Hasil pemantauan media menunjukkan pergerakan armada pengangkut solar yang intens, menimbun BBM bersubsidi untuk kemudian disalurkan ke sektor industri dan pertambangan dengan harga non-subsidi demi meraup keuntungan fantastis.
Jejak Bitung yang Terulang di Minsel?
Sorotan tajam kini mengarah pada Kasat Reskrim Polres Minsel, AKP Gede Indra Permana. Dugaan miring muncul ke permukaan mengingat rekam jejak hubungan antara sang pejabat dengan para pelaku.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa saat AKP Gede Indra menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polres Bitung, Marco dan Frenly Rompas juga menjalankan aktivitas serupa di wilayah hukum tersebut.
Kini, saat sang AKP berpindah tugas ke Minsel, “bisnis” haram duo mafia tersebut seolah ikut bermigrasi dan tetap berjalan mulus meski di bawah bayang-bayang penegakan hukum.
“Ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat. Apakah penindakan Desember lalu hanya sekadar formalitas? Mengapa pemain yang sama bisa terus beroperasi meski berganti wilayah hukum?” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Meski tersiar kabar bahwa Marco saat ini sedang “ditekan” oleh aparat penegak hukum, operasional gudang di Kapitu yang tetap eksis memicu spekulasi adanya perlindungan atau “main mata” di balik layar.
Jika benar ada keterlibatan atau pembiaran dari oknum internal kepolisian, maka upaya pemerintah dalam menjaga kuota solar subsidi bagi rakyat kecil akan terus bocor ke kantong para mafia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari Marco meski sudah dihubungi media ini.
Masyarakat menantikan langkah tegas dari Kapolda Sulut untuk mengevaluasi kinerja Polres Minsel dan membongkar jaringan mafia solar yang seolah tak tersentuh ini.







